Lestarikan Warisan Leluhur, Melalui Literasi Budaya "Rimpu Mantika dan Katente Tembe" Warnai Pembiasaan Pagi Siswa SDN 12 Sarae Kota Bima

Kota Bima, Kamis, 2 April 2026– Pemandangan berbeda terlihat di halaman SDN 12 Sarae Kota Bima pagi ini. Suasana sekolah berubah menjadi warna-warni kain tenun khas daerah. Dalam rangka memperkuat literasi budaya, sekolah menggelar pembiasaan pagi dengan tema Rimpu Mantika dan Katente Tembe.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa, khususnya kelas 6, ini bertujuan untuk mengenalkan kembali tata krama berbusana masyarakat Bima sejak dini. Siswa perempuan tampil anggun dengan balutan sarung tenun (Tembe Nggoli) yang dibentuk menjadi Rimpu Mantika, sementara siswa laki-laki tampil gagah dengan kain sarung yang dililitkan di pinggang atau Katente Tembe.

Kepala Sekolah SDN 12 Sarae Kota Bima, Pak Asikin, S.Pd. SD, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya persiapan serta dukungan dalam mensukseskan Festival Rimpu Mantika yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 hingga 27 April 2026. Melalui kegiatan literasi budaya ini, diharapkan siswa tidak hanya mengenal busana tradisional, tetapi juga memahami filosofi, makna, dan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai identitas daerah.

Dalam sesi pembiasaan tersebut, guru kelas 6 Ibu Marlia, S.Pd memberikan penjelasan mengenai perbedaan jenis Rimpu. Siswa diajarkan bahwa Rimpu  adalah busana bagi perempuan, sebagai bentuk pelestarian tradisi yang berlandaskan nilai-nilai religius dan kesantunan. Melalui pembiasaan pagi ini, berharap karakter siswa yang berlandaskan kearifan lokal dapat terbentuk dengan kuat dan dapat membentengi generasi muda dari pengikisan identitas di tengah arus modernisasi, sekaligus menjadikan mereka duta budaya Bima di masa depan. #SJ81#