Menebar Kebaikan Sejak Dini, Semangat Murid-Murid SDN 12 Sarae Kota Bima Mengikuti Lomba Kultum di Festival Ramadhan
Suasana syahdu bulan suci terpancar jelas di halaman sekolah pagi hari Rabu, 4 Maret 2026. Tidak ada panggung mewah, melainkan deretan terpal yang digelar rapi di tengah lapangan yang menjadi saksi bisu semangat para murid. Puluhan murid SDN 12 Sarae Kota Bima tampak rapi duduk bersila menunggu giliran untuk berkompetisi dalam ajang Lomba Kultum (Kuliah Tujuh Menit) pada gelaran Festival Ramadhan 2026.
Acara yang mengusung tema "Generasi Rabbani, Menebar Kebaikan Sejak Dini" ini bertujuan untuk melatih keberanian mental sekaligus menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak sejak usia belia di lingkungan sekolah yang akrab.
Keberanian Di Atas Tarpal
Meski hanya berdiri di atas hamparan terpal dengan mikrofon sederhana, semangat para peserta tidak surut. Suasana yang lebih dekat dengan penonton yang juga duduk lesehan justru membuat interaksi terasa lebih hangat. Begitu dipanggil ke depan, suara kecil mereka berubah menjadi lantang saat mengucapkan salam dan memulai dakwah.
Salah satu peserta, Muhammad Lutfi (11 tahun), siswa kelas 5 SD, membawakan materi ".Superhero Di Bulan Ramadhan" dengan gaya yang menggemaskan namun tetap serius, Lutfi berhasil memukau juri dan teman-temannya yang menyimak dari pinggir lapangan. "Awalnya deg-degan banget, tapi karena tampil di halaman sekolah sendiri dan melihat teman-teman duduk di terpal, jadi merasa lebih berani. Saya ingin berbagi kebaikan buat teman-teman semua," ujar Lutfi dengan senyum malu-malu.
Ketua Panitia Festival Ramadhan, Pak Muhidin, S.Pdi menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di halaman sekolah dengan alas terpal ini sengaja dilakukan agar suasana terasa lebih kekeluargaan dan rendah hati.
Edukasi: Melatih anak memahami isi Al-Qur'an dan Hadis secara sederhana.
Kemandirian: Anak-anak diajak menjaga kebersihan area lomba bersama-sama.
Karakter: Membiasakan anak untuk menyampaikan hal-hal positif dalam kesederhanaan.
"Kami sangat bangga melihat antusiasme anak-anak ini. Meski fasilitasnya sederhana, pesan yang mereka sampaikan sangat bermakna. Ini membuktikan bahwa berdakwah tidak harus selalu di tempat yang mewah," tutur Pak Muhidih, S.Pdi.
Melalui kegiatan ini, Ramadhan di sekolah tidak hanya menjadi momen belajar di kelas, tetapi juga momentum bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang religius dan percaya diri meski dalam balutan kesederhanaan. #SJ81#